jinseibenkyou

Having a great life. Be a good human being and useful for others

Bagaimana Cara Mendapatkan Profesor Pembimbing di Jepang?


Pertanyaan ini banyak sekali dilontarkan oleh pembelajar yang ingin bersekolah di Jepang, khususnya untuk jenjang S2 ke atas.  Sudah merupakan rahasia umum kalau melanjutkan kuliah di Jepang kebanyakan harus mendapatkan rekomendasi profesor (kecuali anda mengikuti seleksi beasiswa semacam Monbukagakusho G to G (Government to Government) dan disitu proposal penelitian anda begitu memukau para penguji sehingga dia akan berusaha mencarikan pembimbing karena tidak rela anda tidak bisa melanjutkan kuliah dengan rencana penelitian se-luarbiasa itu. Kalau proposal penelitian anda tidak begitu extraordinary alias biasa-biasa saja, sepertinya lebih baik untuk mencari rekomendasi professor dulu dan baru kemudian bertarung dalam seleksi beasiswa G to G atau beasiswa lainnya (atau pakai biaya sendiri bila tidak butuh beasiswa). *Sebagai catatan: tidak sedikit juga seleksi beasiswa di Indonesia yang tidak mensyaratkan rekomendasi profesor saat PERTAMA KALI mendaftar.

Intinya, S2/S3 di Jepang tidak seperti S2/S3 di Indonesia, yang bisa masuk asal punya biaya untuk bayar SPP dan lulus ujian masuk meski kepala masih kosong oleh tema penelitian untuk thesis. S2 di Jepang mensyaratkan kerangka penelitian yang akan kita lakukan sehingga sedari awal bisa ditentukan dosen pembimbing yang spesialisasinya sesuai dengan bidang yang kita inginkan.

Memperoleh rekomendasi professor dari teman, kenalan, atau dosen yang pernah membimbing kita tentu menjadi pilihan termudah dan cenderung memperkecil masalah komunikasi. Bagaimana caranya? Bisa saja saat ada pameran pendidikan, seminar, symposium, riset bersama dan sebagainya kita membuat network disitu dan menjaga hubungan baik dengan mereka hingga kita mendapatkan pembimbing dan universitas yang kita inginkan.

Akan tetapi, bagaimana halnya dengan orang yang sama sekali belum pernah bersentuhan dengan semua itu? Bisakah orang yang sama sekali tidak pernah ikut pertukaran pelajar, tidak pernah mempunyai kolega ataupun jaringan dalam hal  sekolah keluar negeri mendapatkan rekomendasi professor sebuah universitas? Jawabannya bisa!! Bersyukurlah karena era ini adalah era internet, dan internet adalah pintu kemana saja yang membuat kita bisa mengetahui jendela dunia, termasuk `sekedar` urusan `mencari rekomendasi sekolah`

Hal pertama yang harus dilakukan oleh seseorang yang berangkat dari NOL untuk mencari rekomendasi professor adalah:

  1. Menentukan tema yang ingin diteliti, pastikan kata kuncinya. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang bidang yang ingin kita masuki.
  2. Bila kita tidak tahu bahkan sebuah nama professor pun, masukkan kata kunci tema penelitian kita, atau universitas yang kita incar, bisa melalui http://jglobal.jst.go.jp/ atau http://read.jst.go.jp/ atau http://ci.nii.ac.jp/
  3. Dari jurnal-jurnal di atas, temukan beberapa nama professor yangs esuai dengan bidang yang kita teliti, masukkan namanya ke Google Scholar dsb untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang profilnya, penelitiannya, dan universitasnya. Bahkan, sampai informasi detil tentang gakkai (asosiasi peneliti untuk bidang sejenis) apa yang dimasukinya dan carilah informasi detil tentang gakkai tersebut.
  4. Mulailah korespondensi dengan profesor yang kita incar, dengan e-mail yang baik dan sopan. Saat berkoresponden, sertakan KERANGKA PENELITIAN yang akan kita lakukan. Bisakah berkorespondensi dengan hanya bermodal TEMA penelitian dan bukan KERANGKA/proposal sederhana penelitian kita? Hmmm… saya tidak tahu pasti, tetapi dari pengalaman saya, saya mendapat balasan e-mail  begini, `nihon jin de are, gaikokujin de are, gutaitekina kenkyuukeikaku ga nakereba jikan no muda da…..dst dst` yang kurang lebih artinya: Entah itu orang Jepang, entah itu orang asing, kalau tidak ada kerangka penelitian yang jelas akan sia-sia belaka…. dst dst….

JADI, kalau mau mencoba cari rekomendasi professor saya sarankan anda bikin dulu kerangka penelitian yang jelas agar tidak mendapat balasan e-mail seperti saya di atas. Padahal, itu saja adalah professor yang saya kenal dan pernah bertemu muka, bagaimana dengan yang belum pernah bertemu muka? Bisa jadi e-mail anda tidak digubris, kecuali bila anda orang beruntung yang menemukan professor dari universitas yang tidak terlalu terkenal dan sedang amat sangat butuh mahasiswa 😀

Seorang professor sangat sibuk dan tidak akan membalas e-mail dari orang yang tidak dikenal dan tidak menarik perhatiannya, karena itu buatlah agar ia tertarik dengan kita. Balasan `menyakitkan` dari seorang professor yang tidak ingin menerima mahasiswa asing mungkin akan sedikit melemahkan semangat anda (seperti pengalaman saya yang menjadi tidak enak makan selama 2 hari gara-gara tertolak, padahal saya sudah lembur-lembur bikin proposal). Tapi, COBALAH TERUS dengan menghubungi professor yang lain. Biasanya mereka akan tanya: TOEFL dan JLPT kita berapa (syarat umum TOEFL 550 dan JLPT N2, beberapa univ terkenal mensyaratkan JLPT N1 untuk bidang sosial). Tulis juga publikasi penelitian yang pernah kita lakukan (untuk fresh graduatemungkin bisa digantikan dg skripsi, kegiatan2 besar yang bisa dibanggakan selama masa kuliah –singkat kata pintar-pintar jual diri-). Tak kalah penting, menurut pengalaman saya biasanya mereka akan bertanya, “dari mana kamu tahu nama saya, dst dst…)”. Jujur saja kalau kita memang tahunya dari internet, baca jurnal X, lihat website gakkai X, tertarik dengan penelitian sensei tentang X, ada hubungannya dengan penelitian saya yang membahas Y, saya berharap bisa ABCD dst … dst …

Singkat cerita, mencari rekomendasi professor itu susah susah gampang, gampang-gampang susah.

Tentunya faktor keberuntungan juga pasti ada. Tetapi, saya yakin keberuntungan itu berpihak kepada orang yang giat berusaha. Profesor yang hanya saya tahu fotonya dari internet dan belum pernah bertatap muka, bahkan `rela` mengirimkan 3 kali rekomendasi dengan bentuk yang berbeda dan dalam 2 bahasa untuk memuluskan jalan saya mengikuti seleksi beasiswa. Bahkan, tidak hanya itu, ia menjadi teman curhat saya saat saya deg-degan mengikuti ujian tulis dan ujian wawancara di Jakarta.

Yang jelas, jangan pernah mengandalkan orang lain, berharap ia akan memperjuangkan kita untuk mendapatkan rekomendasi profesor! Bukannya tidak mau membantu atau bagaimana, karena bisa jadi:

  • mungkin ia sedang berjuang agar posisinya bisa diterima oleh profesornya sekarang sehingga boro-boro merekomendasikan teman, `menjual diri sendiri` saja masih kerepotan,
  • mungkin ia kesulitan menemukan professor yang ia kenal dan bidangnya cocok dengan bidang yang anda inginkan
  •  dan yang terakhir agak pahit, mungkin dia sendiri memang tidak bisa memberikan jaminan kepada professor yang ia kenal bahwa anda memang benar-benar layak direkomendasikan untuk bidang yang diinginkan. Karena teman anda juga pasti khawatir kalau nanti ada apa-apa dengan anda dia kena skak juga.

Sesungguhnya yang bisa menolong keberhasilan kita adalah serius tidaknya usaha kita sendiri dan Tuhan tentunya. So, don`t give up scholarship hunter!!! Teruslah berusaha memenuhi kualifikasi beasiswa yang kita inginkan. Tuhan tidak akan mengubah nasib hamba-Nya bila hamba-Nya tersebut tidak berusaha untuk mengubahnya….! Barangkali teman-teman lain yang lebih senior bisa berbagi pengalamannya juga.

Advertisements

Single Post Navigation

3 thoughts on “Bagaimana Cara Mendapatkan Profesor Pembimbing di Jepang?

  1. Makasih Kak postingannya. Benar2 membantu 🙂

  2. Informasinya yang sangat bermanfaat mas 😀

  3. Wow. Mendalam banget. Ga kepikiran bikin buku panduan kuliah ke Jepang ?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: